Hello Darkness My Old Friend...i`ve Come to Talk With You Again
Hello, om dan tante my old friend… I've come to write for you once more…
Kali ini saya mau random. Iya, beda dari biasannya. Saya mau review sebuah lagu yang entah kenapa sedang mengambil hati saya seminggu kebelakang. Lagu apakah itu?
It'due south"The Audio of Silence".
Se-terambil apakah hati saya oleh lagu ini? Well, levelnya sudah sampai saya nyanyikan terus setiap pagi, sampai cari chordsnya, setiap keliling di kantor, setiap sedang bengong dan sekedar ngopi.
Sedikit info, lagu ini dibuat pada tahun 1964 oleh Simon & Garfunkel dan di remake oleh sebuah band stone pada tahun 2015 bernama Disturbed yang memberi sensasi lebih seru dan keras daripada lagu aslinya.
Berikut link untuk kedua lagu tersebut:
Simon & Garfunkel Version (Official)
Disturbed Version (Remake)
Lagu ini terkenal, kok. Pernah nonton film animasi "Trolls"? Itu, monster mini yang glimmer-blink yang suka nyanyi-nyanyi? Nah, ada satu scene dimana mereka menyanyikan lagu ini, meskipun cuma satu bait.
Nah, entah kenapa, lagu iningenabanget karena lirik dan nada nya pas. Bagi om dan tante yang sudah dengar, belum tertarik untuk mendengar karena mau tau liriknya, atau mau sing forthberikut liriknya:
Verse 1
Hello darkness, my quondam friend
I've come up to talk with you lot again
Because a vision softly creeping
Left its seeds while I was sleeping
And the vision, that was planted in my brain… still remains
Within the sound of silence
Poetry 2
In restless dreams I walked solitary narrow streets of cobblestone
'Neath the halo of a street lamp
I turned my collar to the cold and damp
When my eyes were stabbed past the flash of a neon light
That split the night
And touched the sound, of silence
Verse iii
And in the naked light I saw
And in the naked lite I saw
Ten thousand people maybe more than
People talking without speaking
People hearing without listening
People writing songs, that voices never shared
No ane dared
Disturb the sound, of silence
Poesy iv
"Fools," said I, "You practice not know
Silence like a cancer grows"
Hear my words that I might teach you
Have my arms that I might reach yous"
Only my words, like silent raindrops fell
And echoed, in the wells, of silence
Poesy 5
And the people bowed and prayed to the neon god they made
And the sign flashed out its alert
In the words that it was forming
And the sign said, "The words of the prophets are written on the subway walls,
And tenement halls"
And whispered in the sounds, of silence
Nah, gimana? Bagus kan?
Personally, yang membuat saya terhanyut adalah lirik dan pembawaan lagunya yang seperti sebuah protes namun dibawa dalam nada mellow yang bersenandung merdu. Bahasa saya keren juga.
Nah, saya mau membahas tiap bait dari lagu ini, om dan tante. Mungkin sudah banyak bahasan dari lagu ini di website lain, tapi saya mau mencoba menginterpretasi sendiri.
Verse 1
Disini sepertinya si penulis lagu mulai jenuh dengan kebiasaan sehari hari. Oh, saya pernah menulis soal ini! (read: Business as usual… How about no?) Si penulis lagu mengatakan:
"Hello darkness my old friend, I've come to talk with you again"
(yang dimana menurut saya akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan kesunyian, kegelapan, menutup mata dari kebiasaan atau kejenuhan setiap hari.)
"Considering a vision softly creeping, left its seeds while I was sleeping".
(Menurut saya, si penulis baru saja bangun dari tidur atau ketidaksadaran yang lama pisan, dan begitu dia terbangun, dia mendapat wangsit goreng seperti "gak lagi deh" dan menutup mata dari kejenuhannya)
"Within the sound of silence"
(menggambarkan si penulis yang menyadari ini tapi tidak menangis, bercerita kepada siapapun, atau merasa apapun. Cuma merasa kesepian dan keheningan)
Poesy 2
Di bait ini sepertinya si penulis akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan setelah tersadar dari 'tidur' nya.
"In restless dream I walk alone, narrow streets of asphalt"
(Jalanan sempit dan sepertinya tidak rata/berundak dimana menyulitkan si penulis lagu)
"Neath the halo of a street lamp, I turn my collar to the cold and damp"
(penulis sepertinya merasa kedinginan dan sendiri, hanya ditemani lampu jalanan di malam hari)
"When my optics were stabbed by the flash of the neon light that split the night" (menggambarkan si penulis yang menatap ke arah lampu dan merasa silau karena tidak biasannya dia berjalan di malam hari dan terkena kilauan lampu jalan seperti ini)
"And touch the sound of silence"
(tetep… dalam keheningan. Seperti beladiri Merpati Putih, promosi sedikit)
Verse 3
Nah, menurut saya di bait ini lagu ini mulai ngena.
"And in the naked light I saw, ten thousand people perchance more"
(masih di malam dan tempat yang sama, si penulis melihat banyak kerumunan orang-orang.)
" People talking without speaking, people hearing without listening, people writing song that voices never shared, no one dared, disturb the sound of silence ".
(Terbayang sesuatu? Yep, media sosial. Entah itu acara di televisi, social media berupa facebook, twitter, instagram, path, dan/atau berita-berita yang disebar melalui pelbagai website. Semua orang bicara, megutarakan pendapat, tapi hanya sekedar menulis tidak diutarakan langsung. Semua orang membaca komentar orang lain, tapi hanya sekedar dibaca bukan didengar, hanya "masuk kuping kiri keluar kuping kanan". Para artis membuat lagu-lagu tapi tidak ada yang memprotes keadaan ini, malah memperparah. Membuat orang-orang ansos dengan kehidupan disekitarnya)
Lirik ini mengartikan sebuah acara atau kejadian di televisi dan media sosial lainnya. Semua yang bicara disana hanya aktor, pemberi bumbu drama. Bicara sesuai script saja dan para host atau pendegar, pemberi komentar juga mungkin cuma aktor yang sekedar mendengar tapi juga ada di dalam script.
Poetry 4
Disini si penulis lagu mulai marah.
"Fools, said I, you do not know, silence like a cancer grows"
(Ia meminta semua mendengar apa yang dia katakan)
"Hear my words that I might teach you, take my arms that I might attain you"
(Si penulis mau menolong mereka. "Dengerin gue! Sini gue bantu keluar dari kebiasaan bodoh kalian!" seperti itu kira-kira)
But so they said, "only my words like silent raindrops fell, and echoed in the wells of silence".
(Yah…tidak ada yang mau mendegar. Semua sibuk sendiri dengan kebiasaan mereka di bait ketiga tadi. Hanya bicara kosong, mendengar seadanya, dan membuat lagu atau seruan yang tidak ada isinya)
Verse 5
Menurut saya, disini si penulis lagu sudah lelah dan "bodo amat" dengan kejadian disekitarnya.
"And the people bowed and prayed, to the neon God they made".
(Orang-orang yang si penulis teriaki tadi tetap saja 'memuja' kerang ajaib. Bukan. Memuja sosmed mereka, televisi dan artis kebanggan mereka, berita-berita yang ada di televisi ataupun website yang mereka kunjungi.)
"Neon God…" disini menurut saya digambarkan sebagai suatu wujud yang mereka selalu dengarkan dan berbentuk berkilau, ya apalagi kalau bukan yang saya sebutkan tadi, didukung dengan "…they fabricated", manusia jugalah yang menciptakan itu.
"And the sign flashed out its alarm, in the words that it was forming
And the sign said, 'The words of the prophets are written on the subway walls,
And tenement halls'"
(menurut saya mereka sudah di 'cuci otak' oleh "Neon God" mereka untuk melihat iklan-iklan dan kata-kata seruan di tembok-tembok subway (disini tidak ada, jadi mungkin ada di stasiun atau jumbotron di pinggir jalan).)
Tapi, lirik ini juga bisa berarti kata-kata kebenaran yang dibuat oleh orang-orang seperti si penulis, mereka yang sudah sadar dari kebiasaan buruk mereka tertulis di tembok-tembok rumah yang kotor dan kumuh, dan dinding-dinding area publik.
"And whispered in the sounds, of silence".
(Lagi-lagi, tak bersuara. Tidak ada yang menyerukan, hanya tertulis begitu saja disana. Dilalui tapi tidak dibaca, meski dibaca namun tidak terucap, meski diucap namun tidak didengar.)
~
Nah, itu adalah arti dari lagu yang saya sedangdemen-demennya belakangan ini. Setuju gak, om dan tante? Kalau tidak, silahkan komen dibawah dan berikan penjelasan menurut om dan tante sekalian.
Tenang, saya baca dan reply kok, tidak hanya berupa "audio of silence".
Adieu-bye~
carvossoarnimedly.blogspot.com
Source: https://franskumaras.wordpress.com/2017/01/30/song-for-me-sound-of-silence/
0 Response to "Hello Darkness My Old Friend...i`ve Come to Talk With You Again"
Post a Comment